Sempet disebut-sebut di posting yang ini, sekarang gue mau bahas khusus si Mini Tote Bag Organizer ini. courtesy of Jeng Opi van pernakpanikKeterangan dari Jeng Opi: - Bentuknya sama kayak Siggy, cuma ngga ada bordiran dan tanpa dust bag - Ukuran besar: 28 cm X 20 cm X 8cm - Fully padded (semua dilapisi busa) - Zippered Pocket on the back - (kalo siggy bag dapet dustbag, tapi mini tote ga dapet) Lho, dulu katanya Siggy Bag? Ho oh, yep, emang. Siggy karena pake signature 'Bencong FD' atau 'MP Addict', istilah yang umum dipake di forum Fashionesedaily (FD). Tapi sekarang karena dipasarkan di luar FD, maka produk yang belakangan gak pake signature. Namanya pun jadi Mini Tote Bag Organizer. Oiyah, bahannya si Mini Tote ngga waterproof, sementara Siggy Bag waterproof. Bahan ngga terlalu signifikan kayaknya yah? Apa mau dipake brenang? :D Sesuai namanya, gunanya yaaa...bikin tas lebih terorganisir :D Gue sampe ga pernah beli tas yang blong gitu gara-gara ga tahan semua barang campur aduk jadi satu di dasar tas. Tapi sekarang udah ada Mini Tote Bag Organizer doongg...bukan masalah lagi doongg... Seberapa banyak barang yang bisa di-organize sama tas kecil ini? Berikut hasil abuse-an gue :))  detilnya (nyontek posting sebelumnya): - tisu basah 2 pak, tisu kering 2 pak - lipetan kantong kresek, - 2 diaper biasa, 1 diaper pants, - 1 stel (atas bawah) baju cadangan Devan, - sewadah kapas basah buat cebok, - toiletries (BBW Pocket Bac 90ml, BBW Splash Dancing Waters 60ml, talk mini, minyak telon 30ml, baby cream 50ml), - printilan lain (kasa alkohol sachet, karet, recehan, cottonbud, korek api *ngga gw ngga ngerokok, demikian pula bapaknya krucil* - jangan tanya buat apaan printilan ini, anggep aja p3K :D) Di sisi kiri (ato kanan, terserah ngeliatnya dari mana :D), ada kaitan buat nyangkutin kunci (bisa kunci rumah ato kendaraan), supaya ngga ribet kudu ubek-ubek seisi tas sekedar buat nyari kunci yang kelelep. Sisi satunya sebenernya gue udah rikues untuk dikasi kaitan juga, tapi rupanya blue printnya tidak begitu *lirik juragan bagO*. Maka akhirnyalah gue sangkutin sendiri kuncian dustbagnya *astaga, kesian benneerr*, biar ada! Wahahaha...  Kaitan yang ini gue pake nyangkutin tali panjang tempat nyangkutnya hape :D Kenapa? Supaya hape tersebut tidak kelelep juga sebagaimana kunci-kunci tadi ceritanya. Tinggal tarik talinya, kepancing dah hapenya :)) Kenapa gak diselipin ke pocket Mini Tote seperti seharusnya? Yaelah, kaga liat luh udah segitu isinya? :P Salah satu sisi luar Mini Tote ini, ada pocket yang pake ritsleting. Keliatan kan dari gambar Mini Tote biru diatas? Bisa buat hape, small change, ato apa aja deh yang sekiranya perlu diamanin lebih ketat :D So, that's how I change my bag, into Diaper Bag... *yah well, selain karena kikir males beli diaper bag beneran yang harganya juta-juta itu cencunyah hihihihi...*
Ini gue bikin perbandingan Ashley Gold (non LE) dengan Nanda Grey, digunakan sebagai diaper bag. Supaya lebih rapi, gue pake Siggy Bag Organizer - Bencong FD (...enngg...) dari Jeng Opi. Pertama...ini gambar perbandingan keduanya dijajarin. keramik ukuran 30x30cm....dan ini dalemnya.  Kiri, hmm ...susah yah menggambarkan 'kedalaman' ? Ini gue masukin diaper pull up pants, ama sebungkus tisu buat perbandingan. Semoga bikin rada jelasan. Yang pasti sih, dari openingnya legaan Ashley yah, karena modelnya yang blong gituh. Sementara Nanda modelnya sekat-sekat memanjang, IMO lebih cocok untuk organize documents, books, printed materials, dan bahkan laptop sampe kira-kira ukuran 13an inch (barang-barang yang dimensinya tertentu dan seragam), ketimbang perkakas bocah yang bervariasi model, bentuk, dan ukurannya. Kanan, itu perbandingan ekstrim, gue masukin Nanda dalam posisi miring ke dalam Ashley. Berikutnya, contoh apa saja bawaan gue :D Eh, bukan contoh deng...ya emang begini bawaan gue sehari-harinya. Maklum ya booo.. 3 anak umur 4.5th, 3th, dan 5bln ajah getoh.  Kiri: flanel 100x100cm, changing mat, bedak, lipstik, empeng, bolpoin, pisau lipat, dompet emak (iya! gue masi pake milk teddy...) Tengah: topi bayi, jumper panjang uk. 9-12mo, setelan ganti Darris, setelan ganti Dellynn. Kanan, Siggy Bag: tisu basah 2 pak, tisu 2 pak, lipetan kantong kresek, 2 diaper biasa, 1 diaper pants, 1 stel (atas bawah) baju cadangan Devan, sewadah kapas basah buat cebok, toiletries (BBW Pocket Bac 90ml, BBW Splash Dancing Waters 60ml, talk mini, minyak telon 30ml, baby cream 50ml, printilan lain. Terakhir, dalam keadaan semua barang diatas masuk kecuali dompet, gue coba masukin Aqua 1500ml. Ternyata masi cukup walo mungkin pada kenyataannya terlalu berat dibawa-bawa yah? Masuknya cukup, tapi ritsleting ngga bisa ditutup karena tinggi si botol Aqua sama dengan tinggi tasnya.  Semoga memberikan cukup gambaran yah, untuk membeli Ciciero model yang mana kalo mau dipake sebagai diaper bag.
 | Friend | Aug 4, '09 2:29 AM for everyone |
An Aquaintance is a person we only know by name, but we never met a person we met but we don't now by name A Friend isan Aquaintance who we'd share information, stuff, stories an Aquaintance who we'd share friends A Good Friend isa Friend who understands us a Friend who is sometimes around to come to a Friend who showed us our mistake risking the friendship it self a Friend who wished all the best for us A Best Friend isa Good Friend who we feel secure with a Good Friend who is always around to come to a Good Friend who wished and did all the best for us a Good Friend who push aside her troubles to step into ours A Lover isa Best Friend who might be a spouse in the future :D A Spouse isa Lover to whom we make love...halal & freely! =)) a Lover with whom we share our beloved children a Lover with whom we want to spend the rest of our life with *To Kenya, happy 25 years of friendship
source link: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1457588 username: 813 CARA CHECK BB SUSPEND Atau UNSUSPEND UNTUK BARANG BARU DARI TOKO Cek Awal : Cek No pin dan imei di unit (Option-status)/Alt-Cap-H Cek No pin dan imei di tempat baterai Cek No pin dan imei di dus. Pastikan ketiganya sama dan bener2 asli bukan buatan sendiri (tempelan doang) Boleh dtitambahkan untuk cek batere, kalo baru di lempengan timah ngga boleh ada titik/lecet apapun (soalnya banyak yg diganti bekas) BIS harus aktif dulu ato paling tidak kartunya udah didaftarin!!! Buka di http://xxx.blackberry.com (xxx=xl ato indosat ato telkomsel) Lalu masuk Create NEW Account : Waktu isi Pin dan imei dan klik next akan keluar tulisan : 1. Your device has not yet been registered with the network..... Kondisi ini adalah UNSUSPEND karena pin dan imei masih fresh. 2. The Blackberry is registered with another provider/carrier............. Ada 2 kondisi yaitu : a. Memang pin dan imei fresh cuma biasanya dr luar negeri (luar provider kita) b. Pin dan emai tidak fresh dan ada kemungkinan udah di pake di luar provider kita. Langkah yang dilakukan adalah hidupkan BB - Option - STATUS lalu ketik BUYR. Kalo bener2 baru Voice dan data usage harus 0, dan kalo isinya udah exceeded... berarti BEKAS (Ati2!) Tapi kalo isinya baru 2.5 kb (masih dikit) mungkin dibuka untuk kebutuhan unlock. Tapi usahakan cari yang 0 Kondisi ke-2 ini beresiko untuk suspend jadi usahakan minta GARANSI PIN SUSPEND (dalam arti kalo suspend ditukar) 3. Your Account is already registered ..... Ada 2 kondisi : a. Barangnya barang bekas (refurbished) dan udah pernah dipake dg provider kita (cek BUYR untuk memastikan) b. Atau barang baru (BUYR=0) tapi pinnya udah diclone dan didaftarkan ke provider kita. Kondisi 3 ini beresiko untuk suspend jadi usahakan minta GARANSI PIN SUSPEND (dalam arti kalo suspend ditukar) 4. Your Account is SUSPENDED...... Ngga bisa untuk BIS (Blackberry Internet Service) tapi hanya Tlp dan sms doang (atau sekarang yang lagi ngetrend " your pin and imei is INVALID...") Rekomendasi : JANGAN DIBELI !!!!!! AFAIK kondisi suspend dikarenakan : 1. Kondisi PIN dan IMEI telah tercloning di tempat laen 2. Barang hasil curian 3. Barang yang belinya dengan sistem kontrak di LN tapi di bawa kabur ke sini 4. Ada masalah hukum lainnya. SARAN :- Simpan pin dan imei anda (dusnya disimpen).
- Jangan sering pinjemkan BB anda.
- Jangan sering menshare pin ke orang yang ngga jelas atau di friendster, facebook, dan tempat2 publik lain termasuk kartu nama, rawan dicloning.
- Beli di operator resmi
- Beli di toko rekomendasi
- Beli di toko yang ada internet untuk cek semua di atas
- Minta GARANSI PIN
- Jangan mau kalo di kasih yg tombolnya AZERTY atau QWERTZ, cari yang QWERTY (lebih mudah utk ngecek aja)
KALO BISA CARI PENJUAL YANG SEKALIGUS BISA MENGATIFKAN BIS BLACKBERRY (Jadi anda terima beres dan langsung pake) KICKPIN Cara tendang PIN: Misal ada PIN yang nyangkut di bb X, dan bb Y working well. Syarat sinyal bb X dan bb Y sudah GPRS besar, dan standby sekitar 5'-10'. Langkah-langkah : 1. Login ke bb webclient ( www.operator. blackberry. com) dengan username bb Y di PC or opera mini. 2. Pilih change device (menu di samping kiri), masukkan PIN dan IMEI bb X dan save. 3. SSB (send service book), sampai successfull, standby 1'-2'. 4. Pilih change device lagi, masukkan PIN dan IMEI bb Y dan save. 5. SSB lagi, sampai successfull, standby 1'-2'. 6. Wipe handheld bb X. 7. Bb X sudah bisa digunakan untuk create username lagi. TEST International Number Plans Untuk test apakah Imei BB anda sesuai dengan jenis BB anda. Hal ini untuk memastikan kalo ternyata beda berarti BB anda hasil kloningan. http://www.numberingplans.com/?page=analysis&sub=imeinr
It's when you just got back from Surabaya And you got sick No one around just me and me I took care of you, get you some porridge to eat when you refuse everything else Never leave your side By miracle you got better fast And my birthday is just a few days away This ring was my birthday gift The ring that I still wear until this very day Nothing special about it, not even the price Just an ordinary ring But the love beyond is priceless Your very first 'I love you' The first, among thousands other that followed Your love, and this three little jewels love 3 Ds that falls from heaven within 4.5 years Our jewels *I love you big D, happy 'anniversary'...may this love bloom forever* 
(as posted by Ellen Kristi di Facebook Notes)
Share Yesterday at 2:41pm Salah satu faset dari cerita lahirnya Gandhi adalah diagnosis dia mengalami hipoglikemia alias gula darah rendah.
Alkisah, setelah selesai IMD dan Gandhi dibawa ke ruang perawatan untuk dibersihkan dsb., datanglah seorang perawat memberitahuku: "Bu, bayinya nanti belum bisa rooming-in dulu karena setelah diperiksa gula darah sewaktu (GDS)-nya kurang dari 45, padahal bayi Ibu besar, lebih dari 4kg. Jadi kata dokter harus diberi susu formula dulu supaya GDS-nya paling tidak 50."
Tentu saja aku kaget dan spontan menolak. Wong sudah tanda tangan pernyataan mau ASIX kok tiba2 anak mau didublak sufor. Kebetulan perawat itu juga tidak bisa menerangkan dengan jelas pengaruh GDS rendah pada kondisi bayi. Cuma bilang, "nanti bisa kejang-kejang" ... hahhh??? Itu ilmiah atau cuma akal-akalan biar bayi dikasih sufor ya? Soalnya sampai hari itu juga, aku belum pernah dengar ketentuan bayi besar harus dikasih sufor kalau GDS-nya rendah --- wong di kliniknya ibuku juga suka ada bayi besar (malah sampai 4,5kg) tapi ga pernah dicek GDS dan tidak pernah ada riwayat bayi kejang karena GDS rendah. Jadi, dengan kukuh aku bilang TIDAK SETUJU bayiku dikasih sufor dan si perawat dengan wajah agak gimana gitu bilang, "Ya, itu hak Ibu, pokoknya kan kami sudah memberitahu."
Sampai di kamar, aku langsung minta Gandhi diantar rooming-in dan mulailah proses belajar menyusu. Ternyata gampang banget, Gandhi langsung pinter dan aktif menyusu. Beberapa jam kemudian, menjelang jam 9 malam kayaknya, si perawat yang tadi masuk lagi ke kamar dan tanya apa ASI-ku sudah keluar. Aku bilang iya. Apa bayinya sudah bisa menyusu. Lagi-lagi kubilang iya, kutegaskan bayiku nyusunya kenceng dan ASI-ku juga dah banyak (banyak kan relatif to???). "Kalau begitu saya bawa dulu bayinya untuk dites lagi GDS-nya ya!" Halah .... ternyata soal GDS lagi!
Dalam hati aku heran, kenapa sih soal GDS ini kayaknya penting banget, sampe malam2 Gandhi harus dites (dengan dicoblos??). Tapi aku ngerasa ditantang, apa betul ASI-ku dah keluar, jadi kuijinkan Gandhi dites dengan peringatan, "Pokoknya saya ga mau bayi saya dikasih sufor lo, Sus!" Si perawat agak kesal wajahnya dan menukas, "Iya, itu kan hak ibu mau dikasih sufor atau tidak ..." Kira2 setengah jam kemudian, si perawat mengembalikan Gandhi ke kamar dan memberitahu, "GDS-nya sudah bagus kok, Bu, 49." Aku juga ikut lega ... berarti ASI-ku bekerja dengan baik :-) dan sejak itu sampai kami pulang besoknya DSA dan si perawat ga pernah ribut lagi soal GDS.
Jadi, bagaimana sebetulnya duduk perkara soal GDS ini secara ilmu kesehatan anak?
DSA di rumkit sempat mencoba menjelaskan, tapi tidak jauh beda dari si perawat. Hanya bilang kalau bayi besar dan GDS rendah bisa berisiko anak kejang-kejang. Entah karena si dokter sibuk mau visit ke bayi yang lain atau akunya yang males minta penjelasan lebih lanjut, cukup sekianlah argumennya. Sangat tidak jelas, bagiku.
Aku baru mendapat jawaban yang lengkap waktu baca2 buku baru --- The Ultimate Breastfeeding Book of Answers tulisan Dr. Jack Newman dan Teresa Pitman --- yang dikadokan konco2 AIMI Semarang hari Minggu lalu. Ada di halaman 301-307. Berikut ini intisarinya:
FAKTOR RISIKO
Ternyata betul. Bayi tertentu berisiko mengalami hipoglikemia dan akibatnya bisa fatal. Penurunan kadar gula darah yang serius dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak, bahkan kematian.
Tetapi, bayi 'tertentu' mana yang berisiko itu?
1. Bayi dari ibu penderita diabetes --- karena sejak dalam kandungan, bayi sudah terbiasa mengeluarkan insulin kadar tinggi untuk mengatasi tingginya kadar gula dalam darah ibu. Ketika ia lahir, ia tidak lagi mendapat asupan gula dari ibunya, tetapi mekanisme sekresi hormon insulinnya belum bekerja baik, sehingga kadar gula darah bayi turun secara drastis.
2. Bayi yang lahir prematur --- karena tidak memiliki banyak cadangan glikogen (gula kompleks yang bisa digunakan sewaktu2 kalau tubuh butuh glukosa), juga mekanisme produksi gula darah mereka belum berkembang dengan baik.
3. Bayi yang kurang gizi selama kehamilan, berat badan lahir terlalu rendah sekalipun lahir cukup umur --- karena alasan yang sama dengan bayi prematur.
4. Bayi yang 'stres' --- terutama stres akibat proses persalinan yang sulit atau stres karena perbedaan suhu udara antara dalam kandungan dan di dunia luar.
Intinya: bayi normal yang lahir tepat waktu kecil kemungkinan bahkan hampir tidak ada kemungkinan mengalami hipoglikemia.
Bagaimana dengan bayi besar (lebih dari 4kg)? Bayi besar sering dicurigai hipoglikemik karena biasanya bayi dari ibu penderita diabetes berukuran besar. Tapi kalau bayi besar yang normal, artinya kedua ortu tidak ada riwayat diabetes, sebetulnya tidak ada dasar untuk mencurigainya hipoglikemik.
Lantas, ini yang penting ...
APAKAH BAYI HIPOGLIKEMIK HARUS DIBERI SUFOR?
Jawabannya: TIDAK! Justru bayi hipoglikemik harus segera mendapat asupan kolostrum dari ASI, baik langsung menyusu ke ibu atau berbentuk ASIP atau donor ASI. Kenapa? Karena kolostrum adalah makanan terbaik bagi bayi untuk membantu mencegah hipoglikemia. Sebab, kolostrum tidak merangsang pembentukan insulin (yang akan menurunkan kadar gula darah).
Sebaliknya, susu formula justru mengandung berbagai macam nutrisi yang merangsang produksi insulin. Insulin tidak hanya menurunkan kadar gula darah, tetapi juga kadar gizi lain yang dibutuhkan bayi kalau tidak punya cukup glukosa, yi. asam lemak bebas dan ketone.
Telah diamati Dr. Newman, kadar gula darah bayi bereaksi lebih cepat dan terjaga dengan baik jika bayi mendapat kolostrum, bukan sufor. "Salah satu alasannya mungkin adalah karena insulin tidak dilepaskan sebagai reaksi atas kolostrum."
Juga untuk bayi yang kadar gula darahnya turun akibat stres, yang terbaik bagi bayi itu adalah sesegera mungkin kontak kulit dengan ibunya dan menyusu. Ia akan merasa hangat, mendapat asupan kolostrum, dan lebih cepat mengatasi stres + hipoglikemianya.
Jadi, kalau suatu waktu bayimu didiagnosis hipoglikemia, jangan ragu2 untuk menjawab, "Berarti harus rawat gabung dong, Dok/Sus, supaya bayi saya bisa segera dan sesering mungkin menyusu, kan kolostrum yang terbaik untuk menjaga kadar gula darah bayi!"
 Yang pada keracun posting yang pertama, sekarang kita bahas dikit kira-kira kalo mau beli BB dimana dan gimana. Yang belon keracun, cobak baca lagi itu posting pertama, pelan pelaaaaann aja resapi tiap katanya =D Sebelumnya gue cerita dikit dulu sistem si BB. BlackBerry dibuat oleh RIM (Research in Motion) dan masing-masing perangkat punya ID sendiri-sendiri yang namanya PIN. Ngga seperti hape yang dijual putus (gak ada koneksi antar satu hape dengan hape lain yang semerek), semua perangkat BB terkoneksi dengan server milik RIM dan bisa dikoneksikan satu sama lainnya dengan si PIN itu. Konsekuensinya, RIM juga bisa menonaktifkan si PIN ini dari servernya. Kalo udah dinonaktifkan (suspended PIN), maka BB gak bisa onlen dan gak bisa dijual. Ini berguna buat perangkat yang dicolong. Berguna? Entar dulu =D, baca lanjutannya yah. Kategori perangkat BB: Baru, ResmiIni yang keluaran provider, disupport penuh oleh produsen BB, RIM. Harga dijamin paling mahal =D Baru BM (black market)Biasanya garansinya dari toko ato distributor. Refurbish/Seken 14 hariDi US, orang bisa nukerin/kembaliin perangkatnya during the first 14 days. Jadi sebenernya ini perangkat baru, cuman karena dibalikin jadi jatuhnya seken dan gak laku dijual lagi di sana. Jadilah dibuang ke Indonesia yang pada dasarnya orang-orangnya nrimoan =)) Seken Yang ini bener-bener seken yang masi layak pakai. UnlockedBB yang PINnya suspended, diinjek (asal kata INJECT yah, bukan INJEK as in nginjek kaki lo =P) PIN BB yang bener-bener rusak. Inget sistem perangkat telpon CDMA jaman awal? Yang isinya flexi ya flexi doang, ga bisa diisi kartu lain? Belakangan ada jasa injek nomer untuk masukin nomer/kartu dari provider lain kan? Lha ini sama. Cuman yang diinjek disini PINnya, supaya si BB yang pingsan ini bisa idup lagi setelah dicangkok PIN dari BB yang bener-bener koit. Masalahnyoaaaaa...karena konek ke servernya, RIM bisa ngedetect cangkokan PIN ini. Trus PIN itu bisa disuspend lagi ama dia...T_T nangis bombay deh perangkat gak bisa dipake. Tapi kenapa belon pernah ada yang kedengeran disuspend? Karena RIMnya sendiri ngga bener-bener nyari. Dalam artian kalo PIN BB resmi dilaporkan dicolong, dia bisa langsung suspend karena jelas nomer PIN sekian sekian yang dituju. Sementara dari sekian banyak PIN yang aktif, dia mesti ngulik-ngulik dulu kalo mo kroscek bahwa yang lagi nyala ini sebenernya cangkokan dari perangkat yang mati. RekondisiUdah tau kalo tiruan dari segala sesuatu bisa dibikin di Cina kan? Nah ini intinya mesin BB Cina bercasing BB beneran. Dari kategorisasi diatas kentara kan yang mana aja yang mesti dihindari? Repotnya di pasaran kategorinya jadi semu. Kita ngga bakalan bisa bedain rekondisi ama baru BM kalo cuman melototin perangkat di toko. Kita juga bisa aja ngga sadar beli BB refurbish. Anteng-anteng onlen BBan, tau-tau suatu hari koit aja tuh BB disuspend dari RIM T_T...  Solusinya: 1. Beli dari provider. He eh, gak ada yang bantah juga klo mahal mah. Bedanya bisa 500rb lebih ama yang dari toko. Tapi kan dijamin ama RIM-RIMnya sekalian, gak cuma si provider yang jamin. Persepsi dijamin ini bukan berarti PIN device provider tidak bakalan disuspend. Bisa saja terjadi. Tapi kita tinggal lapor ke provider, provider komplain ke RIM, dan hasilnya adalah RIM 'menghidupkan' kembali device kita dan mematikan device yang menggunakan PIN curian dari punya kita. 2. Belilah BB di toko/orang yang anda kenal. Tau nomer kontaknya, bagus lagi tau alamatnya. Jadi sewaktu-waktu anda bisa datengin dan pukulin kalo sampe ada yang terjadi pada BB anda..=)). Beli di tempat seperti ini enaknya kita bisa rekues diinstalin aplikasi dan game ini itu supaya pas BB dah sampe tangan kita tinggal pake. Kalo dari provider kayaknya ga bisa deh, musti nguplik sendiri. Cmiiw yah... Gue ada dua temen yang jualan BB, yang satu fokus ke BB seken dan murmer, satunya lagi lebih ke tipe-tipe yang lagi happening. Insya Allah dua-duanya komit. Oiya, di Indonesia, device selain dari provider yang juga dijamin adalah dari distributor yang memasang cap /stiker dari Dirjen Postel. Biasanya stiker ini terpasang menutupi nomer PIN yang tertera di dus device. 3. Pada saat beli, suruh si mbak ato mas yang jualin nulis di kuitansi anda bahwa sewaktu-waktu sampai PIN suspend, maka toko ybs akan mengganti blackberry anda dengan barang baru. Ingat, one on one, jangan mau ditawari tukar PIN, servis, ato tukar barang tapi bekas. Anda belinya baru kan? Tukar PIN, berarti device anda diisiin PIN orang lain. Ini sudah merugikan orang yang PINnya dicuri untuk kepentingan anda walau bukan anda sendiri yang mencuri langsung. Tukar PIN seperti ini juga percuma, karena biasanya ngga akan tahan lama. Beberapa bulan bakal mati lagi disuspend. Terakhir, pilih tipe yang mana dong kalo pengen beli? Silakan ngulik sendiri di http://www.gsmarena.com bagean BlackBerry yah. So far yang lagi rame di pasaran sih seputaran Curve 8310 dan 8320 (jangan tanya bedanya ama gue, tanya ke gsmarena noh!). Harganya 3 jutaan. Gue sendiri, karena gue tipe yang mending-sekalian-bagus-asal-sesuai-bujet dan ogah ribet ganti-ganti kalo udah PW (posisi whuenaakk), mungkin gue akan pilih Curve 8900 alias Javelin. Tapi ntar deh diliat lagi kali ada tipe baruan yang lebih oke. Kan...kan...belinya masi taun depaaaaaaannn...=)) Selamat berBB yaaa... *selamat apaaaaannn?? lu yang nulis aja ketinggalan kereta luuuu...* (ps: sekali lagi, berhubung baru hasil wawancara belon nguplek sendiri, klo ada sala-sala kate ato perlu ditambahin mohon revisi dari usernya yaaa) *gambar nguplik google
Gue tadinya ngga terlalu tertarik si BB ini. Karena menurut gue: - Mehel. Bandingkan spesifikasi BB kelas 4 jutaan dengan hape biasa harga yang sama, pasti spek si hape udah yahud banget. - Trend. Gue bukan tipe ganti-ganti hape. Malah cenderung kalo udah cocok udah nyaman, ya males ganti. Males mesti pindah-pindahin phonebook, mesti adaptasi lagi cara pakai si hape baru, pindah-pindahin MP3, game-game favorit... Walopun gue tau: - si BB OSnya gak ribet kek PDA yang berbasis windows mobile. Gue pernah pake windows mobile 5.0 selama 6 bulan, dan jebloklah mental kewarasan gue selama 6 bulan ituh! Yang tiap hang mesti dimatinyalain lagi, yang mana berakibat data yang belum ke-backup bakalan wassalam (instalan game, aplikasi, even contact baru di phonebook!), juga setting beberapa aplikasi ter-reset dan gue mesti tiap kalinya ngeset ulang, dan lain-lain yang gue tutup matain aja deh. Itu belon kudu hard reset loh! Klo sampe hard reset jadi = klo di hape tuh restore factory setting alias semua balik dari NOL..*lap kringet masih esmosi* Jadi kalo pengen gadget yang sophisticated tapi ogah repot dan alergi BB, kata gue mendingan milih perangkat yang OSnya Symbian. - kipadnya udah kibod, alias QWERTY, ngetik gak pake ribet (asal udah adaptasi yak =D).  Gue pribadi udah cukup hepi pake hape yang sekarang Sony Ericsson K810i. Udah bisa: - Brosing - Blogging - Emailing - Ceting (walo pake broser chat yang engga bisa ngewarung...hikshikshiks) walopuuuuuuuunnnnnn...jempol gue asli kriting pake kipad dan tombol navinya pasti yang ngedesain kaga punya jempol!!! *asli lagi sutrisno gara-gara ini*. Yang ngga bisa di hape gue adalah MMS dan picture blogging. Harusnya bisa sih, masalah setting aja kayaknya. Belon sempat-sempat dateng ke XL centre dan ngajak berantem CSnya. Nah, ngeliat boomingnya BB belakangan ini, yang menurut data di detik.com katanya pertambahan user baru mpe ampir 5x lipet, gue jadi males klo ternyata ramenya ini sekedar lagi musim. Cuman penasaran juga, pasti ada alasannya deh kenapa sedunia pada betah pake BB...ya gak? Tergelitik oleh posting Mbak Maya kemaren, jadinya gue berusaha mencari 'pencerahan'. Gue wawancarailah beberapa temen gue yang pake BB. Satu ibu dokter yang super sibuk, satu bakul hape yang jual BB juga, satu bakul BB (kaga obyektip banget yak? =P), satu lagi eks BB-hater yang sekarang malah ngebakul BB! Yang terakhir ini menarik dong? Dari temen gue yang belakangan ini, gue dapet perbandingan antara hape dan BB. Catet, kaga lagi-lagi gue bandingin ama PDA ye! HargaIni poin yang gue tembak dari awal. Kenapa BB harganya mahal tapi speknya jelek? Nah, bantahannya adalah: BB main ke fungsi. Harga BB bervariasi dari sejuta kurang sampai 7 jutaan. Kesemuanya itu fungsinya sama, buat onlen. Mungkin gambarannya kalo hape, dari harga cepek sampe puluhan juta fungsinya sama buat nelpon sama SMS =D. Tinggal masalah teknologinya aja yang bikin harganya beda. Misal yang mahalan udah ada slot memori card, support memori card yang makin besar, internal memori/RAM, prosesor, dan kamera yang makin mahal si BB makin canggih. Dimensi juga, makin kecil ato tipisan makin mahal. Trus pasti mikir, kalo gitu yang sejutaan aja. Ya monggo, biar tuwir masi bisa onlen kok. Cuman pastikan apa OSnya masi tersupport kalo mau apdet-apdet ato udah ngga. Temen gue sih pake yang 2jt kurang keluaran 2007, keliatannya udah bahagia tuh =)) (tapi dia gak butuh moto-motoin anaknya pake hape keknya secara punya dia gak pake cam...kekekeke) FungsiBB lebih fungsional buat interneters. Gak usah pusing cari tau sendirinya udah masuk kategori ini ato belon, cukup jawab apakah anda punya: - imel - account Internet Messaging alias IM Yahoo! Messenger (YM) ato MSN - blog - account Facebook (ada bahasan tersendiri tentang ini nanti) yang semuanya aktif, dalam artian rutin diakses ato malah diapdet? Kalok jawab YA semua, silakan cari BB di toko terdekat =D. Dengan BB, imel masuk kita langsung notified (fitur push email), message IM masuk juga langsung 'ting'. BateraiBB dipake onlen brosing, ceting, emailing batrenya tahan lebih lama ketimbang hape. Sekitar 2-3 hari baru ngecas lagi. Gue pake hape sekitar setengah hari doang T_T. Tapi kalo buat nelpon mulu ya sama aja keknya deh. Pulsa/Segi Ekonomis- Pake BB antar pengguna IM ato BB messenger akan menghilangkan kebutuhan sms. - Even kata temen gue, "kalo lu mau ribet sedikit kirim-kiriman attachment data voice liwat imel, lu gak perlu lagi telpon-telponan" =D - Onlen seharian unlimited hanya Rp. 5000/hari (tergantung provider sih, tapi rata-rata udah 100-200rb unlimited sebulan kan?) Integrated Online Phonebook Jadi ginih. Kalo kita ganti hape, pekerjaan ribet pertama pasti mindahin phonebook dari hape lama kan? Nah, BB disupport Google Contact Synchronize dan Facebook. He eh, Facebook. Jadi kalo gue telpon temen yang punya BB, poto FB gue akan nongol. Lucu ye? =D Dan tiap kali temen FB kita apdet contact infonya, otomatis data phonebook kita ikut terapdet. Kalo yang Google Contact Sync itu kita lebih dulu aplod data-data contact kita, sync it regularly, maka kapan-kapan kita ganti pesawat BB kita tinggal donlod data itu. Gak perlu pake mindah-mindahin lagi. Koneksi InternetBB cukup pake GPRS, dan GPRS BB sangat stabil plus kenceng setara hape 3G tapi ngga pake putus-putus. Sementara BB yang ber-3G, kecepatan koneksinya ngga terlalu signifikan dibanding yang non. Itulah kenapa masi bisa riang gembira walo pake BB kelas sejutaan. Dari sisi BTS provider juga BTS 3G masi bisa diitung pake jari. Ngga sepadan ama banjirnya hape-hape model baru yang nyaris semua udah 3G bahkan bisa videocall. Editor Dokumen dan Spreadsheet (Word & Excel)As its market positioning is being a business gadget, maka aplikasi yang begini-begini pasti ada di BB. Mayanlah buat bakal ngeblog ato ngitung anggaran blanja...wakwaaaaaaaww.. Trus, minusnya apa neh? Mosok yang bagus-bagus doang? - Ya itu tadi, harganya relatif masi diatas hape. BB standar 3 jutaan, sementara hape standar 1-2jt. - Dimensinya yang lebar. Di satu sisi enak ngetiknya bisa puas. ...kalo dua tangan bebas. Kalo lagi bawaan segambreng, yang bisa ngetik cuman satu tangan, dijamin rada akrobat jempol. Selain itu dari dimensi ini, bikin BB ngga segampang hape kalo dibawa jalan. Hape bisa tinggal masuk kantong, BB mesti masuk tas. Unless kantong baju/celana kita luebar sih. Jadi,... beli BB neh?? Monggo. Klo gue sih belon. Taun depan aja. Masi ada yang belon lunas neh =D (ps: berhubung baru hasil wawancara belon nguplek sendiri, klo ada sala-sala kate ato perlu ditambahin mohon revisi dari usernya yaaa)
Gue nikah dengan BB 50kg. Sebelumnya selama kuliah, berkisar 46-49kg, size celana/jeans 27-29. Karena gak hamil-hamil, gue takut sebabnya gara-gara terlalu kurus. Maka jadilah gue boosting BB sampe 53kg, dan trus hamil. At the end of my first pregnancy, BB gue 64kg. Si Darris lahir dengan bobot 4kg. Hari ini jam 8 malem lahiran, besoknya siangan gue nimbang BB gw 54kg. Buset dah cuman disisain 1kg gue! Selang beberapa hari, gue mulai ngASI, BB naik lagi dan berkisar 55-57kg. Lewat ASIX, BB mulai turun lagi, tapi mentok di 55kg. Sampe si Darris setahun, dan yak betul, gue hamil si Dellynn. Akhir-akhir hamil Dellynn, BB gue full 61.5kg, sementara si Dellynn BBnya 3.6kg. Selama ngASI Dellynn, gw gak perhatian ama BB, tapi rata-rata sih BB gue 52-54kg, size clana 30. Si Dellynn setahunan, gue pindah ke Semarang dengan BB 52kg. Jeans mulai masuk size 29. Selang beberapa bulan di Semarang, sekitar 4-6 bulan gitu, BB gue 47kg dan gue pake nomer 28. Tapi pas mudik sempat nyobain LEA adik gue yg 27, bisa masuk. Padahal tuh LEA dipulangin adek gue gara2 dia yg bobotnya jadi 55kg. *ketawa gulingguling* Resep turun BB 5kg dalam 5 bulan? - Pecat semua ART anda, baik PRT maupun BS - Kerjakan seluruh perkerjaan rumah tangga anda, sekaligus asuh 2 balita usia 1th dan 3th. =D Berikutnya, yap...hamil lagi di bobot 47kg itu. Akhir kehamilan, bobot gue 58.5kg, si Devan 4kg. 2 hari setelah lahiran gw sempet nimbang di RS, BB gw 53kg..mayanlah ada sisaan 5kg..hehehe.
Setelah ASIX jalan, BB seputar 51-52kg tergantung lagi kenyang ato gak...kekeke Ini salah satu yang gue syukuri di gue. Susah gemuk tapi gampang kurus. Sometimes yang bikin susah malah terlalu gampang kurus...hiks T_T
 Posting ini mestinya dah loncing dari kapan tauk, cuman si emak ini blon pernah ada kesempatan memfoto barang yang bersangkutan. Jadi mumpung udah lengkap modelnya dari D1 sampe D3 (dibeli dari sejak sebelum Devan lahir soalnya), hyuuukkk kita abadikan sajah sekaligus loncing jurnalnya. Kami, tepatnya gue sih =P, kepikiran butuh carseat ini supaya kalo lagi jalan etlis salah satu dari 3D itu bisa ditaruh situ. Frankly maksud gue adalah si D2 aliyas Dellynn. Kenapa? Karena dia yang umurnya tanggung. Si Darris udah bisa duduk rapi, tinggal pakein seatbelt dewasa, si Devan kemungkinan besar masi bakal dipangku karena sewaktu-waktu butuh ASI. So far emang makin keliatan si D2 yang lebih butuh karena pas jalan dan Darris Dellynn pada ngantuk, mereka suka berantem rebutan tempat rebahan di kursi tengah situ. Ih buset nyebelin, enak-enak jalan masi aja kudu treak-treak ngewasitin. Spesifikasi carseat yang dicari adalah tipe 0-18kg, yang bisa dipake mulai newborn sampe sekitar 4-5 tahun tergantung subur enggaknya bodi si anak. Tjentjuh si emak gak mo rugi yah, jadi nyarinya yang bisa dipake D1 sampe D3 =D. Sempet shopping online cari yang seken-seken, tapi untuk tipe ini ternyata ga segampang tipe yang 0-9kg yang kek keranjang buat newborn doang itu. Ya mungkin karena masa pakainya yang lama yah, jadi jarang ada yang lepas di pasar seken.  Perjalanan cari carseat ini meliputi dua kota (halah!). Sempet ubek-ubek dua babyshop di Semarang. Trus lanjut tiga babyshop di Surabaya, plus Mothercare Galaxy Mall. Dari semua itu, kita baru dapet pencerahan pas liat di Mothercare, soalnya didemoin sama si mbak sistem reclining sandaran si carseat. Dari dua merek yang ada waktu itu, Britax yang paling OK. Dia bisa sampe datar banget posisinya, jadi aman buat newborn. Harganya 3 juta...*slurp, ngeces sambil air mata mengambang*.. Udah mau diembat aja, tapi si D besar alias si Ayah pengen banding-banding lagi. Momennya juga lagi susah waktu itu. Akhir taun, stok tipis gak bisa pilih warna/barang, sementara stok berikutnya baru masuk sekitar minggu kedua Januari dimana pastinya kita udah di Semarang lagi. Nah dari demo si mbak Mothercare, kita baru ngeh bahwa ternyata carseat, even dia klaim tipe 0-18kg, belon tentu bisa didatarin lho. Jadi recline yang paling datar pun, menurut gue kurang datar untuk newborn. Gue dah coba yang Ferrari, Nania, even Chicco yang harganya nyaris 2 juta (sepet dehh..) semua itu ga bisa sedatar Britax. Pas balik di Semarang, masi dalam sikon akhir/awal taun yang mana barang tinggal stok sisaan, kita coba ceki lagi ke Nagatomi, babyshop paling gede di Semarang. Tempat ini terkenal mahal juga sih. Gue perkirakan, sebenernya klo barangnya ada di babyshop di Surabaya, pasti bisa lebih murah 200-300rb deh. Soalnya ngeliat stroller Chicco Liteway yang kek kita beli dari Jeng Yayi itu, di Nagatomi 1.9jt bok, sementara di Suzanna Kertajaya Surabaya 1.4jt (yap, Suzanna ini buka cabang di PIM 2 Jakarta =D).  Balik ke Nagatomi, akhirnya setelah menyuruh si mas demoin reclining masing-masing merek, kita (lagi-lagi gue tepatnya, karena si Ayah sibuk ngangon D1-2 =P) nemu carseat yang sistem recliningnya cukup datar mendekati si Britax dengan harga yang mayan jauh dibawahnya. Graco Junior Mini. Barangnya tinggal sebiji, dan gue itung-itung nunggu model berikutnya masuk pun gue yakin harganya naik soalnya waktu itu jaman dolar 12-13rb ituh, sementara si carseat ini masuk udah dari sebelum dolar naik-naik itu. Maka tanpa pertimbangan yang pake lama, kita embatlah itu carseat dengan menutup mata atas warnanya yang indihe abis =P. Gue sebodo deh, asal harga miring (walo benernya kaga ada miring-miringnya juga!) dan gak pinkiehh aja dah.  Jadi...alhamdulillah masi ada rejeki buat beli sepaket asisten D1-2-3. Masi ada satu lagi sih...boks/playpen plastik itu. Gue pertimbangin untuk beli (klo ada seken lebih baik sih), kalo si D1-2 bawaannya usil sama adiknya. Cuman kita mo liat sikon di rumah Semarang dulu buat mastiin urgent enggaknya si playpen ini. So far gue liat sih mereka masi tolerable usilnya kek elus-elus kepala ato tangan, berusaha selipin jari ke genggaman Devan, gitu-gitu deh. Blon keliatan yang kebangetan, dan insya Allah nggak deh. Puyeng gue ntar =P 
Soft loncing dulu jd blon pake poto yak.. Alhamdulillah, hr ini 21.3.2009 jam 7:52 di RS Darmo Surabaya tlh lahir putra ke3 kami, M. Devante Rahmandinara Abidin (Dev/Dave) dg BB/TB 4kg/53cm, scr sesar elektif maju 17hr. Mohon doa restu semoga menjadi anak yg shaleh. ~Djainul, Kirana, Darris & Dellynn~
Semalem baru pulang jam 00.30 dari dsog. Alhamdulillah kali ini ga gitu spaneng orangnya..hehehe. Gw dateng buat ngeset jadwal sesar, which will be on March 21st, jamnya ikut longgarnya si dokter yg kebetulan hari itu full jadwal laparoskopi. Kemungkinan sih setelah jam 12 siang dia mulai longgar katanya. Kenapa tanggal itu? Supaya si ayah bisa pulang seminggu lebih..hehehe. Tak lupa sambil mastiin jadwal, gw tetep nawar buat vbac. Incase sebelum tanggal 21 gw ada tanda-tanda ke arah normal, apa boleh gw coba normal dulu? Ternyata dia ok-ok aja. Yah gw pikir klo dah masuk minggu depan mah dah males juga kali ngeden demi bayi 4kg yg mana perkiraan bayi gw biasanya cenderung lebih gede timbang dari USG. Perlu dicermati juga, dokter ini ga sekedar ngitung diameter kepala buat nentuin BB bayi, tapi juga ngukur panjang tungkai, yg menurut gw lebih akurat timbang ukuran kepala. Gw sempet tanya, dengan prediksi 3.7-3.8kg plus minus errornya brapa? Katanya sih 200gr. Jadi klo pun bayi bakal lebih kecil, tetep ga mungkin kurang dari 3kg. Yahh, moga-moga aja ga jauh banget melesetnya si usg sama berat aslinya.. Kenapa gw tetep ngeyel mo coba normal? Emm, tadinya udah ngga sih. Tapi mulai hari minggu kemaren kok kontraksi kek ada pertambahan kuantitas walo blon kualitas (dari yg tadinya 3-4x sejam, sekarang dah 5-6x, tapi blon ada yg ngegigit rasanya). Jadi sekarang, ya tinggal tunggu tanggal mainnya aja. Klo yg baik buat gw lahiran normal, ya insya Allah bakal normal. Klo yg baik sesar, ya ntar sesar. Paling tar sore gw ke DSA langganan buat janjian bisa ga on call ke RS yg ini. Terakhir, mohon doa atas kelancaran lahiran, baik melalui proses normal maupun sesar. Dan gw juga mohon maaf atas kesalahan2 gw, baik yg disengaja maupun tidak. *still sent from my bluberi SE k810i walo jempol mulai kapalan secara e75 ga kluar2, powered by XL yang..oiya lupa mo daptar yg inet unlimited cepek..*
Lagi kepikiran soal lahiran neh.. Kemarenan kan pengennya normal setelah yg ke-2 kemaren sesar (vbac: vaginal birth after caesarean).
Modalnya: 1. Darris dulu bisa normal 4kg. 2. Dellynn 3.6kg, sesar karena penyebab yg tidak menetap kek sungsang, kelilit ari2, post date 8hr, ga turun ga kontraksi, dan terakhir CTG ga bagus.
3. Perkembangan si baby selama di semarang stabil dan bagus2 aja. Terakhir kontrol disana 2 maret, 35mg, BB bayi 2.4-2.5kg, BB gw 58.4kg. Mulai berasa aneh pas kontrol di surabaya tgl 11 maret. Gw balik ke dokter yg dulu bantu Darris lahiran. Ogah ke dokter Dellynn soalnya orangnya ga tegas dan senengnya ambil jalan aman alias sesar. Yah, walo untuk kasus Dellynn kemaren emang tinggal sesar satu-satunya opsi. Nah kontrol ke dokter A di sby ini gw dah 36 minggu, lha kok BB bayi dah 3.2kg aja?? Si dokter juga state klo mo coba normal mesti BB under 3.5kg. Yah mana mungkin 3.5 klo 36 minggu aja dah 3.2kg. 40 minggu bisa jadi 4.2kg dah. Jadi ya gw seken opinion ke dokter yg sukses bantu vbac beberapa temen gw. Tgl 13 maret di 36.5 minggu gw kesana. BB gw 59kg, and guess brapa BB baby? Cukup 3.7-3.8kg ajah sodara-sodara! Itu pun si dokter dah ngitung ulang buat masing2 diameter kepala ama panjang tungkai. Diameter kepala gw liat 9.76-9.77 gitu. Hayahh buset, 40 minggu bisa 4.6kg dong?? Pusing dah gw. Mo mutusin sesar elektif, hasil usg apa iya bisa jadi patokan? Secara Dellynn dulu dari diameter kepala 10 lebih, keluarnya 3.6kg 'doang'. Tapi mo coba normal juga keknya ga ada dokter yang berani deh.. Hiks.. *sent from my bluberi SE k810i, pake XL yg sering2 sih nyambung yah..*
Sekalian daaaaahhh.... Hajaaaaaarrrrr...
Yang Darris ada di sebelah yak... Here you go mommies - a different kind of survey for a change - it's all about your second born!Just copy and paste it in a new note for yourself! Let's see how much you remember!
 1. WAS YOUR SECOND CHILD'S PREGNANCY PLANNED? Ngga sih... Pada dasarnya sih diinginkan tapi tak direncanakan =D Jadi emang pengen jarak 2th-an gitu, tapi kaget juga pas jadi...secara pas Darris 12 bln udah isi lagi... 2. WERE YOU MARRIED AT THE TIME? Iyelaaahhh... Masi nanya juga looo?? 3. WHAT WERE YOUR REACTIONS? supres supres gak supres sih...hehehhe 4. WAS ABORTION AN OPTION FOR YOU? GILEEEE AJEEEE!!! *teuteuppp* 5. HOW OLD WERE YOU? 27 th 6bln 6. HOW DID YOU FIND OUT YOU WERE PREGNANT? Masi tetep sama ama yang pertama... Lidah kebalik...tapi lupa pas makanan apa tuh... 7. WHO DID YOU TELL FIRST? Yang menghamili =)) *teuteuuuppp* 8. DID YOU WANT TO FIND OUT THE SEX? Mayan sih waktu itu, secara udah anak kedua mulai ada preferensi =D Cuman, tauk dah dokternya kebanyakan alesan ato emang gak keliatan, jadi gak jelas mulu... Sampe pas second opinion ke dokter yg bantuin lahir Darris, eh si dokter langsung bilang insya Allah cewek buuu... *laaaaaaahhh dokter gue yg biasanya ngapain ajaaaa??* 9. DUE DATE? 22 Sept 2006, tapi lahirnya 30 Sept 2006 10. DID YOU HAVE MORNING SICKNESS? Mayan masi susah makan nasi tapi mendingan timbang pas Darris sih... 11. WHAT DID YOU CRAVE? Kentang...terutama baked potato w/ broccoli-nya Wendy's 12. WHO/WHAT IRRITATED YOU THE MOST? Kondisi rumah =( Secara masi numpang di ortu dan makin2 aja bentroknya... 13. WHAT WAS YOUR SECOND CHILD'S SEX? Cewek 14. DID YOU WISH YOU HAD THE OPPOSITE SEX OF WHAT YOU WERE GETTING? Ngga...udah ada kakaknya 15. HOW MANY POUNDS DID YOU GAIN THROUGHOUT THE PREGNANCY? 6.5 kilo... 16. DID YOU HAVE A BABY SHOWER? Ngga, udah anak kedua soalnya.. 17. WAS IT A SURPRISE OR DID YOU KNOW? ih, dibilangin kaga ada apa2 masi nanya lagi... 18. DID YOU HAVE ANY COMPLICATIONS DURING YOUR PREGNANCY? Sungsang...teruuuussss sampe deket due date... Udah nungging-nungging mpe mimisan tetep ajah... Udah dari 7bln juga gue tanya ma dokternya, dok, ngga kelilit neh?...si dokter tetep aja jawabnya gak jelas, gak kliatan... *ih dokter ini mah dari awal juga tiap ditanya apa2 gak jelas mulu jawabannya* 19. WHERE DID YOU GIVE BIRTH? RSI 2 Jemursari Surabaya tetep juga...keknya bakal jadi langganan dah =D Abisnya tempatnya enaaaakkk...suster2 bidan2 dah pada kenal... 20. HOW MANY HOURS WERE YOU IN LABOR? 30-45 menit rasanya di ruang ops...klo pas ngeluarin babynya lebih dari 15 menit, rada lama soalnya kelilit 2 lilitan trus rapet. 21. WHO DROVE YOU TO THE HOSPITAL? Bapakku juga...tapi didrop, bareng ama DJ 22. WHO WATCHED YOU GIVE BIRTH? DSOG, 1 dr anestesi, 2 ato 3 perawat 23. WAS IT NATURAL OR C-SECTION? Sesar... Sabtu pagi kontrol, trus CTG...hasilnya rada megap-megap soalnya pas kontraksi malah detak jantungnya ngilang... mesti cepet ambil keputusan sesar secara: - telat 8hr - tetep sungsang - ga ada kontraksi sama sekali - posisi masi jauh - baby gede, perkiraan terakhir 3.5kg - CTG gak bagus akhirnya menyerah pasrah ops aja hari itu juga magrib-magrib (jadi dokternya buka puasanya nyesar =D) 24. DID YOU TAKE MEDICINE TO EASE THE PAIN? Ya iyalaaahhh namanya sesar...dapet morfin jugah...ajeb2 daahh 27. HOW MUCH DID YOUR CHILD WEIGH? 3.6 kilo 28. WHEN WAS YOUR CHILD ACTUALLY BORN ? 30 09 2006 jam 18.15 30. WHAT DID YOU NAME HIM/HER? Fidellynne Khaleesha Abidin 31. HOW OLD IS YOUR FIRST BORN TODAY? 2th 4bln, dah mo ada adiknya lagi, insya Allah =D
(lupa mindah dari fesbuk =D) Copas dari Dyah, yang copas punya Clodi. =)) mbulet ae...
Here you go mommies - a different kind of survey for a change - it's all about your first born! Just copy and paste it in a new note for yourself! Let's see how much you remember!  1. WAS YOUR FIRST CHILD'S PREGNANCY PLANNED? Isi setelah nikah 3 bulan. Sebelumnya gelisah kok gak sukses2...ternyata lupa klo pernah berdoa supaya abis nikah pacaran dulu 3 bulan =D. Maha Mendengar... Tespack pertama sekitar tanggal2 pemilu 2004 =D 2. WERE YOU MARRIED AT THE TIME? Dikeplaki bapakku kalo enggak =)) 3. WHAT WERE YOUR REACTIONS? AKHIRNYAAAAAAAA!!! 4. WAS ABORTION AN OPTION FOR YOU? GILEEEE AJEEEE!!! 5. HOW OLD WERE YOU? 25 th 9 bln 6. HOW DID YOU FIND OUT YOU WERE PREGNANT? Lidah kebalik... Hotdog jadi rasa pepsoden... 7. WHO DID YOU TELL FIRST? Yang menghamili =)) 8. DID YOU WANT TO FIND OUT THE SEX? Blon sempat penasaran, taunya 4-5bln malah ditunjuk2kin sama anaknya pas USG. Jadinya jelas banget =D 9. DUE DATE? 9 Des 2004, tapi lahirnya 12 Des 2004 10. DID YOU HAVE MORNING SICKNESS? PARAAAAAAAAAHHHHH!!! 11. WHAT DID YOU CRAVE? Steak =D 12. WHO/WHAT IRRITATED YOU THE MOST? Di rumah mulu, DJ pulangnya jarang =(( jarang dapet pijet deeeeehhh 13. WHAT WAS YOUR FIRST CHILD'S SEX? Cowok 14. DID YOU WISH YOU HAD THE OPPOSITE SEX OF WHAT YOU WERE GETTING? Ngga...emang lebih pengen laki waktu itu timbang cewe... 15. HOW MANY POUNDS DID YOU GAIN THROUGHOUT THE PREGNANCY? 11 kilo... Hari ini lahiran jam 8 malem, besok siangnya nimbang udah turun 10kg =D Cuman disisain 1 kg...kekekeke 16. DID YOU HAVE A BABY SHOWER? Iya, disuruh emak nujuh bulanin... 17. WAS IT A SURPRISE OR DID YOU KNOW? ya tau lah yeeeee... pake pengajian2 segala... 18. DID YOU HAVE ANY COMPLICATIONS DURING YOUR PREGNANCY? DIKIBULIN DOKTER!!!! 4-5 bln dibilang kecil, akhirnya banyak2 makan es krim... eeeeehhhh, taunya lahir 4kg...HUH!...untung bisa normal... *masi pengen ngeplaki dokter e sampe sekarang!* 19. WHERE DID YOU GIVE BIRTH? RSI 2 Jemursari Surabaya 20. HOW MANY HOURS WERE YOU IN LABOR? Jumat deket tengah malem mulai... Sabtu pagi jam 5 bukaan 2 Lahirnya Minggu malem jam 8...yaaaahhh...40 jam lah 21. WHO DROVE YOU TO THE HOSPITAL? Bapakku...soale bapak thok yg bisa nyupir waktu itu =D 22. WHO WATCHED YOU GIVE BIRTH? DJ, DSOG, 1 bidan, 2 perawat 23. WAS IT NATURAL OR C-SECTION? Normal... Setelah berjuang pake pindah dokter dan pindah RS pas bukaan 5, gara2 dipaksa2 sesar! 24. DID YOU TAKE MEDICINE TO EASE THE PAIN? Ngga...malah dicekoki induksi 3 botol infus =D 27. HOW MUCH DID YOUR CHILD WEIGH? 4 kilo 28. WHEN WAS YOUR CHILD ACTUALLY BORN ? 12 12 2004 jam 8 malem lebih... 30. WHAT DID YOU NAME HIM/HER? Muhammad Darris Maulana Abidin 31. HOW OLD IS YOUR FIRST BORN TODAY? 4th 2bln, adiknya dah mau 2 =D
(sumber saya dari milis sehat) Dear Pak Untung,
Insya Allah sudah dipertimbangkan dg dalam. Sebelum melakukan apapun biasanya saya mengkonfrimasi ke ahlinya. Dan informasi yg saya dapat bahwa tidak semudah itu hukum saudara sepersusuan dijatuhkan. Ada persyaratan sendiri utk menjadi saudara sepersusuan, spt :
- menyusui langsung (bukan minum ASI peras), - dilakukan selama 5 hari berturut-turut, - anak berusia dibawah 2 tahun, - dan si bayi tidak minum apapun kecuali asi (eksklusif).
Dan semua syarat itu harus ada. Komplit. Gak hanay separuh2 saja. Jika ya terpenuhi semua, baru jatuh hukum saudara sepersusuan atau muhrim.
Referensi tsb dijelaskan detail oleh Yusuf Qardawi di bukunya Fatwa-Fatwa Kontemporer. Insya Allah shahih.
Jadi kalo memberikan ASI peras bahkan menyusui sekali kepada seorg anak gak akan membuat ia menjadi muhrim utk anak kita.
Saya posting artikel dari fatwa tsb.
Tapi sekali lagi ini masalah keyakinan. Semua kembali ke kita masing ya pak. Kita jalankan yg yakin menurut kita. Mohon maaf bagi yg non muslim jika bahasan ini membahas soal agama. Karena kondisi ini masih related dg kesehatan dan berulang kali ditanyakan, maka rasanay perlu dishare kemabli agar tidak menimbulkan kebingungan.
Maaf jika tidak berkenan Luluk
-------------------------------------
(Bagian 1/2, 2/2) Fatwa-fatwa Kontemporer Dr. Yusuf Qardhawi Gema Insani Press
BANK SUSU (1/2) Dr. Yusuf Qardhawi
Pertanyaan
Anak yang lahir prematur harus memerlukan perawatan tersendiri dalam suatu jangka waktu yang kadang-kadang lama, sehingga air susu ibunya melimpah-limpah.
Kemudian si anak mengalami kemajuan sedikit demi sedikit meski masih disebut rawan, tetapi ia sudah dibolehkan untuk minum air susu. Sudah dimaklumi bahwa air susu yang dapat menjalin hubungan nasab dan paling dapat menjadikan jalinan kasih sayang (kekeluargaan) adalah air susu manusia (ibu).
Beberapa yayasan berusaha menghimpun susu ibu-ibu yang sedang menyusui agar bermurah hati memberikan sebagian air susunya. Kemudian susu itu dikumpulkan dan disterilkan untuk diberikan kepada bayi-bayi prematur pada tahap kehidupan yang rawan ini, yang kadang-kadang dapat membahayakannya bila diberi susu selain air susu ibu (ASI).
Sudah barang tentu yayasan tersebut menghimpun air susu dari puluhan bahkan ratusan kaum ibu, kemudian diberikan kepada berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus bayi prematur, laki-laki dan perempuan ... tanpa saling mengetahui dengan jelas susu siapa dan dikonsumsi siapa, baik pada masa sekarang maupun masa mendatang. Hanya saja, penyusuan ini tidak terjadi secara langsung, yakni tidak langsung menghisap dari tetek.
Maka, apakah oleh syara' mereka ini dinilai sebagai saudara? Dan haramkah susu dari bank susu itu meskipun ia turut andil dalam menghidupi sekian banyak jiwa anak manusia?
Jika mubah dan halal, maka apakah alasan yang memperbolehkannya? Apakah Ustadz memandang karena tidak menetek secara langsung? Atau karena ketidakmungkinan memperkenalkan saudara-saudara sesusuan --yang jumlah mereka sangat sedikit-- dalam suatu masyarakat yang kompleks, artinya jumlah sedikit yang sudah membaur itu tidak mungkin dilacak atau diidentifikasi?
Jawaban
Segala puji kepunyaan Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah. Wa ba'du.
Tidak diragukan lagi bahwa tujuan diadakannya bank air susu ibu sebagaimana dipaparkan dalam pertanyaan adalah tujuan yang baik dan mulia, yang didukung oleh Islam, untuk memberikan pertolongan kepada semua yang lemah, apa pun sebab kelemahannya. Lebih-lebih bila yang bersangkutan adalah bayi yang lahir prematur yang tidak mempunyai daya dan kekuatan.
Tidak disangsikan lagi bahwa perempuan yang menyumbangkan sebagian air susunya untuk makanan golongan anak-anak lemah ini akan mendapatkan pahala dari Allah, dan terpuji di sisi manusia. Bahkan air susunya itu boleh dibeli darinya, jika ia tak berkenan menyumbangkannya, sebagaimana ia diperbolehkan mencari upah dengan menyusui anak orang lain, sebagaimana nash
Al-Qur'an serta contoh riil kaum muslim.
Juga tidak diragukan bahwa yayasan yang bergerak dalam bidang pengumpulan "air susu" itu --yang mensterilkan serta memeliharanya agar dapat dikonsumsi oleh bayi-bayi atau anak-anak sebagaimana yang digambarkan penanya-- patut mendapatkan ucapan terima kasih dan mudah-mudahan memperoleh pahala.
Lalu, apa gerangan yang dikhawatirkan dibalik kegiatan yang mulia ini?
Yang dikhawatirkan ialah bahwa anak yang disusui (dengan air susu ibu) itu kelak akan menjadi besar dengan izin Allah, dan akan menjadi seorang remaja di tengah-tengah masyarakat, yang suatu ketika hendak menikah dengan salah seorang dari putri-putri bank susu itu. Ini yang dikhawatirkan, bahwa wanita tersebut adalah saudaranya sesusuan. Sementara itu dia tidak mengetahuinya karena memang tidak pernah tahu siapa saja yang menyusu bersamanya dari air susu yang ditampung itu. Lebih dari itu, dia tidak tahu siapa saja perempuan yang turut serta menyumbangkan ASI-nya kepada bank susu tersebut, yang sudah tentu menjadi ibu susuannya. Maka haram bagi ibu itu menikah dengannya dan haram pula ia menikah dengan putri-putri ibu tersebut, baik putri itu sebagai anak kandung (nasab) maupun anak susuan. Demikian pula diharamkan bagi pemuda itu menikah dengan saudara-saudara perempuan ibu tersebut, karena mereka sebagai bibi-bibinya. Diharamkan pula baginya menikah dengan putri dari suami ibu susuannya itu dalam perkawinannya dengan wanita lain --menurut pendapat jumhur fuqaha-- karena mereka adalah saudara-saudaranya dari jurusan ayah ... serta masih banyak masalah dan hukum lain berkenaan dengan susuan ini.
Oleh karena itu, saya harus membagi masalah ini menjadi beberapa poin, sehingga hukumnya menjadi jelas.
Pertama, menjelaskan pengertian radha' (penyusuan) yang menjadi acuan syara' untuk menetapkan pengharaman.
Kedua, menjelaskan kadar susuan yang menjadikan haramnya perkawinan.
Ketiga, menjelaskan hukum meragukan susuan.
Pengertian Radhn' (Penyusuan)
Makna radha' (penyusuan) yang menjadi acuan syara' dalam menetapkan pengharaman (perkawinan), menurut jumhur fuqaha -termasuk tiga orang imam mazhab, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafi'i-- ialah segala sesuatu yang sampai ke perut bayi melalui kerongkongan atau lainnya, dengan cara menghisap atau lainnya, seperti dengan al-wajur (yaitu menuangkan air susu lewat mulut ke kerongkongan), bahkan mereka samakan pula dengan jalan as-sa'uth yaitu menuangkan air susu ke hidung (lantas ke kerongkongan), dan ada pula yang berlebihan dengan menyamakannya dengan suntikan lewat dubur (anus).
Tetapi semua itu ditentang oleh Imam al-Laits bin Sa'ad, yang hidup sezaman dengan Imam Malik dan sebanding (ilmunya) dengan beliau. Begitu pula golongan Zhahiriyah dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad.
Al-Allamah Ibnu Qudamah menyebutkan dua riwayat dari Imam Ahmad mengenai wajur dan sa'uth.
Riwayat pertama, lebih dikenal sebagai riwayat dari Imam Ahmad dan sesuai dengan pendapat jumhur ulama: bahwa pengharaman itu terjadi melalui keduanya (yakni dengan memasukkan susu ke dalam perut baik lewat mulut maupun lewat hidung). Adapun yang melalui mulut (wajur), karena hal ini menumbuhkan daging dan membentuk tulang, maka sama saja dengan menyusu. Sedangkan lewat hidung (sa'uth), karena merupakan jalan yang dapat membatalkan puasa, maka ia juga menjadi jalan terjadinya pengharaman (perkawinan) karena susuan, sebagaimana halnya melalui mulut.
Riwayat kedua, bahwa hal ini tidak menyebabkan haramnya perkawinan, karena kedua cara ini bukan penyusuan. Disebutkan di dalam al-Mughni "Ini adalah pendapat yang dipilih Abu Bakar, mazhab Daud, dan perkataan Atha' al-Khurasani mengenai sa'uth, karena yang demikian ini bukan penyusuan, sedangkan Allah dan Rasul-Nya hanya mengharamkan (perkawinan) karena penyusuan. Karena memasukkan susu lewat hidung bukan penyusuan (menghisap puting susu), maka ia sama saja dengan memasukkan susu melalui luka pada tubuh."
Sementara itu, pengarang al-Mughni sendiri menguatkan riwayat yang pertama berdasarkan hadits Ibnu Mas'ud yang diriwayatkan oleh Abu Daud:
"Tidak ada penyusuan1 kecuali yang membesarkan tulang dan menumbuhkan daging"
Hadits yang dijadikan hujjah oleh pengarang kitab al-Mughni ini sebenarnya tidak dapat dijadikan hujjah untuknya, bahkan kalau direnungkan justru menjadi hujjah untuk menyanggah pendapatnya. Sebab hadits ini membicarakan penyusuan yang mengharamkan perkawinan, yaitu yang mempunyai pengaruh (bekas) dalam pembentukan anak dengan membesarkan tulang dan menumbuhkan dagingnya. Hal ini menafikan (tidak memperhitungkan) penyusuan yang sedikit, yang tidak mempengaruhi pembentukan anak, seperti sekali atau dua kali isapan, karena yang demikian itu tidak mungkin mengembangkan tulang dan menumbuhkan daging. Maka hadits itu hanya menetapkan pengharaman (perkawinan) karena penyusuan yang mengembangkan tulang dan menumbuhkan daging. Oleh karena itu, pertama-tama harus ada penyusuan sebelum segala sesuatunya (yakni penyusuan itu merupakan faktor yang utama dan dominan; Penj.).
Selanjutnya pengarang al-Mughni berkata, "Karena dengan cara ini air susu dapat sampai ke tempat yang sama --jika dilakukan melalui penyusuan-- serta dapat mengembangkan tulang dan menumbuhkan daging sebagaimana melalui penyusuan, maka hal itu wajib disamakan dengan penyusuan dalam mengharamkan (perkawinan). Karena hal itu juga merupakan jalan yang membatalkan puasa bagi orang yang berpuasa, maka ia juga merupakan jalan untuk mengharamkan perkawinan sebagaimana halnya penyusuan dengan mulut."
Saya mengomentari pengarang kitab al-Mughni rahimahullah, "Kalau 'illat-nya adalah karena mengembangkan tulang dan menumbuhkan daging dengan cara apa pun, maka wajib kita katakan sekarang bahwa mentransfusikan darah seorang wanita kepada seorang anak menjadikan wanita tersebut haram kawin dengan anak itu, sebab transfusi lewat pembuluh darah ini lebih cepat dan lebih kuat pengaruhnya daripada susu. Tetapi hukum-hukum agama tidaklah dapat dipastikan dengan dugaan-dugaan, karena persangkaan adalah sedusta-dusta perkataan, dan persangkaan tidak berguna sedikit pun untuk mencapai kebenaran."
Menurut pendapat saya, asy-Syari' (Pembuat syariat) menjadikan asas pengharamnya itu pada "keibuan yang menyusukan" sebagaimana firman Allah ketika menerangkan wanita-wanita yang diharamkan mengawininya:
"... dan ibu-ibumu yang menyusui kamu dan saudara perempuanmu sepersusuan ..." (an-Nisa': 23)
Adapun "keibuan" yang ditegaskan Al-Qur'an itu tidak terbentuk semata-mata karena diambilkan air susunya, tetapi karena menghisap teteknya dan selalu lekat padanya sehingga melahirkan kasih sayang si ibu dan ketergantungan si anak. Dari keibuan ini maka muncullah persaudaraan sepersusuan. Jadi, keibuan ini merupakan asal (pokok), sedangkan yang lain itu mengikutinya.
Dengan demikian, kita wajib berhenti pada lafal-lafal yang dipergunakan Syari' di sini. Sedangkan lafal-lafal yang dipergunakanNya itu seluruhnya membicarakan irdha' dan radha'ah (penyusuan), dan makna lafal ini menurut bahasa Al-Qur'an dan As-Sunnah sangat jelas dan terang, yaitu memasukkan tetek ke mulut dan menghisapnya, bukan sekadar memberi minum susu dengan cara apa pun.
Saya kagum terhadap pandangan Ibnu Hazm mengenai hal ini. Beliau berhenti pada petunjuk nash dan tidak melampaui batas-batasnya, sehingga mengenai sasaran, dan menurut pendapat saya, sesuai dengan kebenaran.
Akhirnya ketemuan juga ama Mumu + Darrell...belakangan papa Darrell nyusul juga tuh =D
Untungnya gue nitip pesenan dari Uwi Maniapasta (shepherd pie ama american risoles) yang mesti buruan diambil. Kenapa buruan? Kenapa Muuuu?? Biarlah Mumu yang menjawab...wakakakaka... Malah untung kudu buruan, secara klo bisa dipending bakalan kepending ampe kapan tauk secara abis gitu Semarang ujan dan banjir berat bikin males keluar rumah.
Jadi awalnya tuh sms-an ama Mumu, kabar-kabaran. Trus belakangan Mumu bilang mo ke tempat gue aja nganter titipannya, jauh ngga? Naahh, kebeneran di rumah juga lampu mati, kaga masak, mendingan sekalian ketemuan aja ditengah. Di DPmall. Sampe DPmall, ternyata Mumu dah duluan sampe dah tuh. Udah masuk Carrefour segala. Gue ajakin makan aja dulu secara gue udah laper =D
Harusnya kan udah santai yah...bisa ngobrol, poto-potoan...KAGA! Yang ada: 1. Gue sibuk ngebujuk DD supaya mau duduk di kursi fudkot instead of di troli. Secara mereka tuh klo udah ketemu orang asing bakalan langsung diem cep dan gak mau deket-deket. Akhirnya dengan segala bujukan, si Dellynn mau pindah, sementara Darris masi nongkrong di troli ampe pesenan dateng =D
2. Darrell mau ke tempat maen. Kek timezone gituh. Jadi lari aja dia ngabur. Maka pas gue dah longgar, kamera HP siap, yang ada Mumu kabur ngejar Darrell =D
3. Makanan dateng, gue sibuk nyiapin buat krucil, dan belakangan nyuapin 3 mulut termasuk mulut gue =D
4. Demikian pula adanya Mumu, nyuapin dua mulut =D
5. Darrell mulai ngantuk, rewel berat. Jadi Mumu sibuk ngegendong sambil nyanyiin, yang mana gak lama setelah itu papa Darrell dateng dan mengambil alih, ngajak ke tempat maen =D (Mumu rada manyun, "halaahh udah dinyanyiin cape-cape taunya tetep aja ke tempat maen"...kekekeke)
6. Gue sendiri rada gelisah soalnya nunggu kabar dari DJ yg lagi OTW ke Semarang naik pesawat via Jogja. Jadi asli pecah2 konsen gue.
Jadi yang berhasil memfoto, hanya Mumu seorang pas gue tinggal mesen-mesen. Poto-poto di tempat Mumu yaaa...
*mohon maap apabila kurang kronologis =))
 | Meledak | Jan 28, '09 11:50 AM for everyone |
Ufffffff... Meledak juga akhirnya... Entah karena hormon...entah juga apa karena emang sikon...
PART I
Minggu ini gue udah masuk 30 minggu. Masuk trisemester 3. Per awal bulan depan udah masuk bulan ke-8. Tinggal seperempat jalan lagi, alhamdulillaahh...
Kontraksi palsu yang udah mulai dari belasan minggu, rada intens sekitar 5-6x per hari sekarang ini. Cukup ngebikin gue mesti pause sebentar dari aktifitas yang sedang dikerjakan, dan susah napas klo datengnya pas lagi posisi rebahan. Tendangan udah setara Marco van Basten (yaelah contonya jadul amit =P). Nyeri pelvis dah dari trisemester 1 dan of coz makin ke belakang makin parah. Nyeri pinggang/panggul dah sehari-hari. Kaki pegel? Gak usah nanya. Napas ngos-ngosan? Pastinyeeeee. Dua minggu lalu sempat rada kliyengan juga, ternyata tensi drop 90/70. Ketauannya juga pas waktunya kontrol DSOG. Katanya kemungkinan kecapean ato kurang tidur. Ya iyelaaaahhh secara waktu itu gue juga pilek idung mampet mana bisa tidur malem. Tidur siang? Trus siapa yang ngangon anak? (jangan lupa baca part II dibawah yak..)
Trus minggu lalu DJ ngabarin mesti ke Balikpapan. Great. Brapa lama? Seminggu. Yeah GREAT. Dari Kamis sampe Rebo malem ini mestinya sampe lagi di Semarang.
Tadi ngabarin lagi katanya mesti extend sampe Rebo depan. Cool. Anything you have to do dah.
PART II
Dua toddler gue umurnya lagi sedeng. 4th sebulan, ama 2th 4bln. Pinter-pinter (ya eyalah mosok anak sendiri mo dibilang bloon bego sih?). Dah pinter maen sendiri ato bareng. Mainan dikeluarin satu per satu ampe nyebar serumah. Beberapa kali gue nyaris jatoh gara-gara mainan di lantai gak keliatan ketutupan perut. Pinter setel tipi dan dvd sendiri si kakak walo pake naek kursi. Pinter usil gangguin adeknya mpe jeritan yang kecil kedengeran di ujung gang sono. Pinter rebutan maenan mpe adik jerit-jerit ato si kakak yang nangis gara-gara digigit si adek. Pinter milih, makanan dari kulkas dah dipanasin tau-tau protes sambil nangis ga mau dipanasin. Sembari sibuk nyiapin makan yang satu, satunya lagi udah ngeyel minta dipasangin filem, ampe ngomong 5x. Pinter makan pake tangan si adik mah. Udah ada sendok garpu, tangannya tetep masuk. Klo tangan dah kotor dielapin sreett ke baju walo udah disediain tisu. Pinter makan sendiri si kakak. Sampe sekitar 2/3 porsi abis. Terus ditinggal piringnya, waktunya gue lagi yang nyuapin. Si adik juga pinter, klo udah dicemili lauk yang dia doyan, piring ditinggal. Sisa sebagian nasi ama lauk yang kurang doyan. Kalo lanjut disuapin dan suapannya mengandung si lauk tertinggal, dia pinter banget ngelepehnya. Kebanyakan ke lantai. Pada udah pinter maen komputer. Satu maen satu suporter. Sampe si suporter mau maen juga, jejeritan lagi dah. Kalo pergi-pergi juga biasanya kompak. Pinter deh. Satu tau-tau tidur aja di troli, satunya terkantuk-kantuk. Klo ada ayahnya sih mendingan bisa pegang satu-satu.
PART III
Kalo lagi ada DJ, alias ga lagi dines luar kota, gue masi bisa istirahat masak. Palingan masak nasi, ntar lauk bisa beli nitip pas DJ pulang kantor. Ikan bakar/goreng, ayam penyet, ca kangkung pedesh, sate kambing/ayam, mayanlah. Ato nitip tempe tar langsung digoreng. Secara tempe ngga bisa kesimpen lama kan.
Tapi kalo gini lagi ngga ada yang bisa dititipin, ya terpaksa masak sendiri terus. Ngga bisa rehat. Emang gak tiap hari sih masak. Tapi dulu gue masi bisa sekali masak buat ampir 3 hari. Lha entah kok sekarang paling lama 2 hari doang yah. Jadinya tiap dua hari sekali gue mesti masak. Weleh, yang sehari juga ngga bisa dipake rehat, masi banyak yang lain yang mesti dikerjain. Kalo 3 hari sekali baru berasa istirahatnya.
Dan semua pasti tau kan yah? Masak mah kaga kayak ditipi yang tinggal cemplung-cemplung ini itu seprapat jam kelar. Kalo pake bahan beku musti nunggu cair dulu. Itu juga klo kek bakso, sosis, smoked beef, musti motongin. Kalo pake sayur mesti milihin, ngupasin, motongin. Kalo masak pasta, ngga dari bungkus trus langsung dikriuk dikrikiti keknya ya? Bumbu juga bawang-bawangan keknya gak ada yg tinggal cemplung mentah-mentah pake kulit dan utuh bulet gitu kan yah? Pake keju juga musti marutin. Blon lagi yang pake ngulek, blender, dan proses sejenis which gue skip dah masakan yang kudu pake beginian. Oiyah, ngga kelewatan baca part I ama II kan?
Trus sampe ke tahap yang enteng, cemplung cemplung bumbuin beres dah.
Beres? Yang bener??? Itu wadah potongan bahan tadi udah dicuci blon? Dari piso, styrofoam (gue hobi nyimpen styrofoam buat wadah potongan bahan pas mo masak), plus piring-piring bekas makan, gelas, sendok garpu, dkk numpuk semua tinggi di bak cuci.
PART IV
Dua hari lalu gue mulai puyeng. Bahan makanan menipis. Makroni abis, spageti abis, kentang tinggal 2 biji, bombay 3 biji, wortel 3 biji, tomat sebiji, tempe abis, sayur tinggal brokoli, tauk dah apaan lagi yang abis.
Ya ampuunnn sayur abis aja mumet yah? Kan ada tukang sayur lewat tiap hari! Eng, iya itu di tempat lo keknya. Disini tukang sayur lewatnya suka-suka, umumnya 3 hari sekali, dan siang-siang. Jam brapa? 10-11an. Yang dibawa tinggal sisa-sisa. Klo abis ya kaga akan naek sini dia mah. Kaga lewat. Pesen juga gitu. "Mas bawain A, B, ama C yah besok". Dia nyatet. Besoknya ya blon tentu dateng. Balik ke stori diatas. Tauk kapan klo pas lewat lagi, ditanyain kenapa kemarenan gak dibawain? "Barangnya ngga ada bu". Haiyah.
Ya ke pasar doonngg...mosok pasar juga ga ada sih? Ya ada lah pasar mah. Sekitar 1.5km turun gunung. Tapi mo jalan kaki? Becak doongg, ato ojek kek! Yaelah, gempor kali becak disini mah. Ojek adaa...pangkalannya 1.5km turun gunung sebelah sononya pasar. Jadi mo naek apa dari sini? Motor lu? Oh iya, ada motor nganggur. Tapi si Dellynn enaknya suruh duduk mana yah? Di belakang blon bisa pegangan, di depan kesundul perut gue. Lha? Trus biasanya lu blanja dimana?? Di Carrefour. Mingguan. Ya udah ke Kerfur aja gih. He eh, plannya gitu, naek taksi. Tapi keknya gue bakalan butuh ke supermarket lain selain Kerfur, soalnya pasta disitu suka abis. Sambil ngangon dua toddler, dan btw udah baca part I II III diatas kan?
PART V
Gue gak punya ART gak punya BS. Kayaknya gak perlu ngecepret soal ini yak? Secara 3 bulan terakhir posting di MP silih berganti topiknya sama =D
Giling lo mesti cari dong! Iye udah mesen tapi klo blon ada kabar mo bilang apaan??
 | Pampa | Jan 10, '09 4:28 AM for everyone |
Sodara-sodara...ada yang punya cd Pampa (bonus dari Pampers itu lhooo) terutama nomer 1, 2, dan 3 gak? Klo ada yang punya, ngopi doooonggg... Tar diganti deh ongkos CD ama ongkirnya...
Kemarenan udah request maknya si eneng, tapi ternyata ex si eneng udah pada tak senonoh kondisinya... Kabarin yaaaaa...
Udah pernah posting tentang ini blon ya? Keknya belon deh... Cuman mo ngasih gambaran aja sebrapa miring jalan depan kontrakan =D Yang ini arah ke kanan rumah. Kalo mo pergi naik ke atas dulu trus belok kanan ke 2 gang belakang (gang yg persis belakang masi ada miringnya, tapi 2 gang ke belakang mayan datar). Jalan ke atas ini mungkin masi miring 30 derajat ato kurang dikit lah...tapi sayangnya jalannya juga rada kriting. Orang pada bikin got melintang di depan rumah, yang efeknya jadi ada tonjolan semacem polisi tidur. Giling, udah miring pake polisi tidur =D
Got melintang itu fungsinya buat 'nangkep' air hujan, ato air buangan lain (misalnya bekas cuci motor ato apa), supaya ngga ngalir sepanjang jalan dan bikin tambah licin.  Ini foto yang ke arah kiri rumah. Yang ini baru 45 derajat =D ampe sebagian jalan paling bawah ngga keliatan kan? Soalnya abis miring yg bagian atas, lebih miring lagi bagian bawah. Mana pemilik rumah paling bawah tuh suka ngaco klo bikin apa-apa. Itu di bawah ada semacam got melintang juga, dengan gundukan lebih nyaho ketimbang yg di atas tadi. Jadi klo naek mobil, even itu taksi, berasa mo kejungkel dah klo lewat yg ke bawah.
Blon lagi jalan masuk ke daerah ini juga lebar jalan palingan 1,5 mpe 2 mobil mefet dan yak betul, penuh tanjakan sekaligus belokan. Mana jalur jalan juga ngga mengkotak (halah bahasane). Jadi belokan-belokan itu ngga 90 derajat, tapi acak kadut kek jalan kampung. Bercabang ke sono sini. Jadi itulah sebabnya kenapa si pansa masi parkir di kantor ajah dan kita kesononya tetep umpel-umpelan naek pario =D (nyunda bener siiiiiiihhhh??)
| |